(Prof. IT) Kang Maman Tirta Rukmana dan Ust. Ayip Ja'far Shodiq, usai berdialog dengan Kasepuhan Giri Harja3 (Eyang) H. Asep Sunandar Sunarya, "Dakwah bisa di lakukan melalui media apapun" seperti halnya para waliyullah, tutur Pangersa Eyang sambil tersenyum khas. Pan ceuk Rosul oge jalema anu pang alusnateh, jalema anu bisa mere mangfaat pikeun jalema anu sejena. Sok hidep sing soson-soson dina dakwah ku media naon wae, asal tong kaluar tina papagon Kasopanan, tatakrama jeung ahlak mulya, tuturkeun we kuamaha sepak terjangna Rasulullah saw. Nya?..........
Manfaat Du’a
Al-baqoroh 28
28. Mengapa kamu kafir kepada Allah, Padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
Suatu saat manusia berkata inilah Aku, Aku adalah orang hebat, orang mampu, orang yang tidak membutuhkan siapapun, karena memang aku adalah orang yang luar biasa.
Mengapa tidak butuh dengan Allah swt.?.
Al-baqoroh 186
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Dengan Du’a, banyak hal yang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin, dan sesuatu yang mungkin, menjadi sesuatu yang tidak mungkin, begitulah dalam sejarah, tatkala tiga orang pemuda terjebak dalam sebuah Goa; goa tersebut tertutup oleh longsoran batu sehingga menutupi jalan untuk mereka keluar dari goa tersebut. Maka putuslah semua harapan mereka, akal tak mampu berpikir, fisik tak mampu berbuat. Saat itu, satu-satunya kemungkinan adalah mereka mati karena kelaparan dan kehabisan oksigen. Namun untung salah seorang diantara mereka ada yang teringat akan pertolongan Allah swt, maka bersegeralah ia berdo’a kepada Allah swt, di luar dugaan batu yang menutupi mulut goa tadi bergeser sedikit dengan hempasan angin, maka berdo’a pula teman yang satunya lagi, dengan pertolongan Allah, bergeser lagi perlahan batu yang menutupi goa tsbt. maka berdo’a pula teman yang satunya lagi, dengan pertolongan Allah, bergeser lagi perlahan batu yang menutupi goa tsbt.sehingga dengan ijin Allah swt keluarlah ketiga pemuda tadi dari goa, yang menjebaknya.
Bentuk Do’a
1. langsung bermohon kepada Allah swt, seperti melalui do’a yang diajarkan Rasululloh, Allahuma…Rabbana…… dan aurod-aurod setelah Sholat.
2. melalui tawasul/ peranta
35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
Yang boleh dan bisa dijadikan peantara ada tiga:
1. dengan membaca Al-Qur’an.
2. Melalui sholat yang khusu.
3. Melalui amal sholeh yang dilakukan semata-mata demi mencari keridhoan Allah swt, dengan melakukan amal kebaikan ibadah kepada Allah dan manjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang oleh Allah swt.
Manfaat du’a
1. Menjadi ibadah, seperti sabda Rasulullah saw,
الَدُّ عَاءُ مُخُ الْعِبَادَةِ
“Du’a adalah intisari darpada ibadah setiap hamba”
Du’a adalah intisari dari ibadah dan termasuk pula ibadah “mahdlhah” yaitu hubungan pertikal kepada Allah swt, dan merupakan ibadah yang murni, karena ibadah mahdlhah yang lain kadang tercampuri oleh perasaan Riya, takabur dan penyakit hati yang lainya. Semmentara du’a merupakan salah satu bentuk penyerahan diri kepada Allah, dengan mersa diri tidak memiliki kemampuan apapun semata-mata hanyalah dengan pertolongan Allah swt, oleh sebab itu dua adalah merupakan salah satu aktifitas iabadah yang insya Allah ikhlas karena Allah semata. Amien.
2. Ladang untuk taqorrub kepada Allah swt.
Taqorub kepada Allah, artinya dengan do’a kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, seperti firman Allah, “sesungguhnya Allah itu dekat” oleh sebab itu berdo’alah kepada Allah untuk semakin kita mendekatkan diri kepada Allah swt.
3. Menjadi dzikir kepada Allah swt,
Karena orang yang berdo’a kepada Allah pasti hatinya akan mengingat Allah swt, karena tidaklah ada manfaat du’a bagi orang yang hatinya ghoflah/tidak fokus dan jarang orang yang hatinnya ghoflah mau berdo’a kepada Allah swt.
4. Akan dikabul do’anya oleh Allah swt, ini adalah janji Allah, kita harus meyaqininya, dan bentuk ijabah Allah ada empat:
1) Ditinggikan derazatnya di hadapan Allah swt.
2) Menjadi kifarat akan dosa yang telah dilakukanya.
3) Menjadi penyelamat dari sebuah musibah.
4) Dikabulkan sesuai dengan yang dimohonkanya.
Syarat Berdo’a
Syarat agar do’a kita diqabul oleh Allah swt, ada lima:
1) Suci dari dari hadast
2) Berdo’a di waktu ijabah, yaitu;
Pada sepertiga malam terakhir
Malam dan Hari Jum’at, terutama tatkala khotib sedang duduk diantara dua khutbahnya.
Pada bulan Ramadhan terutama pada malam lailatul Qadar.
Tempat Ijabah:
Di masjid.
Di depan Multazam.
Di Raudhoh
Di makam Ibrahim.
Dll
3) Makanan dan pakaian yang digunakan tatkala berdo’a harus yang halal jangan yang haram.
4) Berdo’anya harus ikhlas karena Allah swt, bukan karena masuk lain.
5) Yang dimohonkanya harus yang baik dan halal.
Oleh sebab itu marilah kita jadikan diri kita kelompok orang-orang yang senantiasa mendawamkan diri untuk berdo’a kepada Allah swt. Karena Allah sangat cinta kepada mereka yang gemar berdo’a kepadNya dan sangat benci kepada orang yang melas berdo’a kepadaNya. Karena orang yang malas berdo’a seolah-olah mereka tidak butuh akan pertolongan Allah swt, seperti sabda Rasulullah saw.
اللهُ يَغْضَبُ لِمَنْ تَرَكَ دُ عَاءَهُ
Allah membenci orang-orang yang tidak mau berdoa/bermohon kepadaNya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar