7/08/2008

Hari Ini Milik Anda

0 komentar


Hari ini milik anda…

Apabila anda berada pada pagi hari, kerjakanlah apa yang harus dikerjakan;

jangan sampai anda menunggu petang hari, hanya hari ini saja kesempatan anda untuk hidup, bukan hari kemarin yang telah pergi dengan membawa kebaikan dan keburukanya, dan bukan pula hari esok yang belum tiba saatnya,, Hari yang mentarinya menyinari anda dan siang harinya menemui anda, hanya itulah hari anda.

Usia anda adalah sehari, maka tanamkanlah dalam lubuk hati anda bahwa hanya hari ini saja anda hidup, seakan-akan anda dilahirkan dan meninggal dunia pada hari yang sama. Bila perasaan itu telah tertanam dalam hati Anda, niscaya perjalanan hidup anda tidak akan terombang ambing diantara mimpi buruk masa lalu berikut dengan kesedihan dan kesusahanya dan kekhawatiran masa depan dengan bayanganya yag menakutkan serta gerakanya yang menggetarkan. Hanya untuk hari inilah Anda harus memusatkan konsentrasi, perhatian, kretifitas, jerih payah, dan kesungguhan Anda.

Oleh karena itu, demi untuk hari ini, Anda harus menyajikan Sholat yang khusu, membaca Al-Qur’an dengan merenungi ma’nanya, menelaah disertai dengan renungan, dzikir dengan hati sepenuhnya, bersikap seimbang dalam mengatasi berbagai uarusan, berakhlak baik, ridho dengan rizki yang diberikan, membenahi penampilan, memperhatikan kesehatan jasmani, dan memberi manfaat yang berguna bagi orang lain.

Untuk hari yang anda jalani, hendaknya membagi jam-jamnya dan menjadikan menit-menitnya seakan akan bernilai beberapa tahun, dan detik-detiknya seakan-akan bernilai beberapa bulan. Selanjutnya, tanamkanlah kebaikan di dalamnya; tebarkanlah kebajikan; mohon ampunlah atas dosa Anda; berdzikirlah kepada Tuhan; dan bersiap-siaplah untuk berpulang. Jalanilah kehidupan hari ini dengan senang dan gembira, aman dan tenang, serta penuh rasa ridhlo dengan rizki, istri, anak-anak, pekerjaan, rumah, pengetahuan, dan kedudukan Anda.

Al-a'rrof ayat 144.

فَخُدْ مَا ءَاَتْيتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّكِرِيْنَ...

Artinya: terimalah semua yang telah Allah berikan kepada Kalian, dan jadikanlah kalian termasuk orang-orang yang bersyukur.Al-A’rof ayat 144.


Anda pasti akan menjalani hidup Anda tanpa sedih, tanpa kaget, tanpa emosi, tanpa dengki, dan tanpa iri hati.

Anda harus camkan dalam ingatan Anda, dan juga Anda catatkan di dalam meja kerja Anda suatu ungkapan yang berbunyi; “Hari ini milik Anda” Apabila hari ini Anda makan roti yang masih hangat lagi enak, tentu Anda tidak akan memikirkan roti hari kemarin yang telah keras dan basi, atau roti hari esok yang masih belum ada.

Apabila pada hari ini masih dapat minum air tawar dan menyegarkan, mengapa Anda masih memikirkan air hari kemarin yang telah asin dan pahit, atau menginginkan air hari esok yang tidak tawar dan panas?

Sesungguhnya jika Anda mau jujur untuk membenahi diri sendiri dengan tekad yang kuat membaja dan semangat yang menggebu-gebu, niscaya Anda akan dapat menjinakanya untuk patuh kepada falsafah, “Hidupku Hanyalah Untuk Hari Ini”, Bila sudah demikian, anda akan tergerak untuk menggunakan setiap saat pada hari ini guna membangun eksistensi diri Anda, mengembangkan bakatnya dan meningkatkan etos kerjanya. Selanjutnya Anda katakan;

Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci maki atau mengumpat.

Untuk hari ini aku akan merapihkan rumah dan kantorku, maka tidak akan ditemui lagi tataletak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.

Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapihanku dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara dan semua gerakanku.

Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan Sholatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan Sholat sunnah, membiasakan baca Al-Qur’an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaedah dan menelaah buku yang bermanfaat.

Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan, yang tumbuh di dalamnya berikut ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya (pamer) iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain. Aku akan menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memberi petunjuk kepada orang yang tidak tahu jalan, memberi makan kepada yang lapar, menghibur kepada yang tertimpa musibah,membela orang yang teraniyaya, memberikan pertolongan kepada yang lemah. Menyantuni kepada yang mengalami cobaan, memuliakan orang Alim (berilmu Agama) mengasihani anak kecil dan menghormati orang yang dewasa.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari, aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu barang sejenakpun, karena engkau telah meninggalkan ku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya tanpa kembali.

Wahai masa depan, engkau masih berada di alam Gha’ib, maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi, aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan, dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan belum disebut-sebut keberadaanya.

Hari ini adalah milikmu,

wahai manusia; !,,ini merupakan kalimat yang paling indah dalam kamus kebahagiaan bagi orang yang menginginkan agar kehidupan ini tampil dalam gambaranya yang paling cemerlang dan perhiasanya yang paling indah…