10/27/2008

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc

0 komentar

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu.

Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim.

Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.

Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya.

Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama.

Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap
pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik.

Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain.

Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah,
dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.

Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an.

Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data
ilmiah, dan berbagai aspek lainnya.

Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan
komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu, dibanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama
Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.

Masuk Islam

Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio.

Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap
diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil.

Alhamdulillah, perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.

Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari
membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar.

Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam.

Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari
bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian
Islam, hingga informasi mengenai agama Islam. (Hamzah, mualaf.com)

Redaksi : Saat ini M Syafii Antonio aktif diberbagai Lembaga Keuangan Islam/Syariah baik Bank maupun Non Bank, dan membina berbagai pendidikan syariah

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc

- Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, 2004
- Master of Economic, International Islamic University, Malayasia, 1992
- Sarjana Syariah, University of Jordan, 1990
- Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah pada Bank Indonesia
- Dewan Komisaris Bank Syariah Mega Indonesia
- Dewan Syariah BSM
- Dewan Syariah Takaful
- Dewan Syariah PNM
- Dewan Syariah Nasional, MUI

7/08/2008

Hari Ini Milik Anda

0 komentar


Hari ini milik anda…

Apabila anda berada pada pagi hari, kerjakanlah apa yang harus dikerjakan;

jangan sampai anda menunggu petang hari, hanya hari ini saja kesempatan anda untuk hidup, bukan hari kemarin yang telah pergi dengan membawa kebaikan dan keburukanya, dan bukan pula hari esok yang belum tiba saatnya,, Hari yang mentarinya menyinari anda dan siang harinya menemui anda, hanya itulah hari anda.

Usia anda adalah sehari, maka tanamkanlah dalam lubuk hati anda bahwa hanya hari ini saja anda hidup, seakan-akan anda dilahirkan dan meninggal dunia pada hari yang sama. Bila perasaan itu telah tertanam dalam hati Anda, niscaya perjalanan hidup anda tidak akan terombang ambing diantara mimpi buruk masa lalu berikut dengan kesedihan dan kesusahanya dan kekhawatiran masa depan dengan bayanganya yag menakutkan serta gerakanya yang menggetarkan. Hanya untuk hari inilah Anda harus memusatkan konsentrasi, perhatian, kretifitas, jerih payah, dan kesungguhan Anda.

Oleh karena itu, demi untuk hari ini, Anda harus menyajikan Sholat yang khusu, membaca Al-Qur’an dengan merenungi ma’nanya, menelaah disertai dengan renungan, dzikir dengan hati sepenuhnya, bersikap seimbang dalam mengatasi berbagai uarusan, berakhlak baik, ridho dengan rizki yang diberikan, membenahi penampilan, memperhatikan kesehatan jasmani, dan memberi manfaat yang berguna bagi orang lain.

Untuk hari yang anda jalani, hendaknya membagi jam-jamnya dan menjadikan menit-menitnya seakan akan bernilai beberapa tahun, dan detik-detiknya seakan-akan bernilai beberapa bulan. Selanjutnya, tanamkanlah kebaikan di dalamnya; tebarkanlah kebajikan; mohon ampunlah atas dosa Anda; berdzikirlah kepada Tuhan; dan bersiap-siaplah untuk berpulang. Jalanilah kehidupan hari ini dengan senang dan gembira, aman dan tenang, serta penuh rasa ridhlo dengan rizki, istri, anak-anak, pekerjaan, rumah, pengetahuan, dan kedudukan Anda.

Al-a'rrof ayat 144.

فَخُدْ مَا ءَاَتْيتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّكِرِيْنَ...

Artinya: terimalah semua yang telah Allah berikan kepada Kalian, dan jadikanlah kalian termasuk orang-orang yang bersyukur.Al-A’rof ayat 144.


Anda pasti akan menjalani hidup Anda tanpa sedih, tanpa kaget, tanpa emosi, tanpa dengki, dan tanpa iri hati.

Anda harus camkan dalam ingatan Anda, dan juga Anda catatkan di dalam meja kerja Anda suatu ungkapan yang berbunyi; “Hari ini milik Anda” Apabila hari ini Anda makan roti yang masih hangat lagi enak, tentu Anda tidak akan memikirkan roti hari kemarin yang telah keras dan basi, atau roti hari esok yang masih belum ada.

Apabila pada hari ini masih dapat minum air tawar dan menyegarkan, mengapa Anda masih memikirkan air hari kemarin yang telah asin dan pahit, atau menginginkan air hari esok yang tidak tawar dan panas?

Sesungguhnya jika Anda mau jujur untuk membenahi diri sendiri dengan tekad yang kuat membaja dan semangat yang menggebu-gebu, niscaya Anda akan dapat menjinakanya untuk patuh kepada falsafah, “Hidupku Hanyalah Untuk Hari Ini”, Bila sudah demikian, anda akan tergerak untuk menggunakan setiap saat pada hari ini guna membangun eksistensi diri Anda, mengembangkan bakatnya dan meningkatkan etos kerjanya. Selanjutnya Anda katakan;

Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci maki atau mengumpat.

Untuk hari ini aku akan merapihkan rumah dan kantorku, maka tidak akan ditemui lagi tataletak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi.

Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatikan kerapihanku dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara dan semua gerakanku.

Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan Sholatku dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan Sholat sunnah, membiasakan baca Al-Qur’an, menalar buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaedah dan menelaah buku yang bermanfaat.

Hanya untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan menanamkan kebaikan dalam kalbuku dan mencabut darinya segala bentuk kejahatan, yang tumbuh di dalamnya berikut ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya (pamer) iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain. Aku akan menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memberi petunjuk kepada orang yang tidak tahu jalan, memberi makan kepada yang lapar, menghibur kepada yang tertimpa musibah,membela orang yang teraniyaya, memberikan pertolongan kepada yang lemah. Menyantuni kepada yang mengalami cobaan, memuliakan orang Alim (berilmu Agama) mengasihani anak kecil dan menghormati orang yang dewasa.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari, aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatmu barang sejenakpun, karena engkau telah meninggalkan ku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya tanpa kembali.

Wahai masa depan, engkau masih berada di alam Gha’ib, maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi, aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan, dan aku tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok masih belum ada, karena ia belum diciptakan dan belum disebut-sebut keberadaanya.

Hari ini adalah milikmu,

wahai manusia; !,,ini merupakan kalimat yang paling indah dalam kamus kebahagiaan bagi orang yang menginginkan agar kehidupan ini tampil dalam gambaranya yang paling cemerlang dan perhiasanya yang paling indah…

6/19/2008

Masa depan akan datang dengan sendirinya

0 komentar



Masa depan akan datang dengan sendirinnya

أَتَى أَمْرُ اللهِ فَلاَ تَسْتَعْجِلُوْهُ سُبْحَنَهُ وَتَعَلَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ...

1. Telah pasti datangnya ketetapan Allah[818] Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Janganlah anda mendahului peristiwa yang belum tiba saat kejadianya. Apakah anda ingin menggugurkan kandungan sebelum sempurna masa kandunganya atau ingin memetik buah sebelum tiba masa kematanganya? Sesungguhnya hari esok belum tiba, tiada kenyataan, ujud, bentuk, atau polanya. Karenanya mengapa kita sibuk memikirkanya, merasa khawatir dengan musibahnya, gelisah dengan kejadianya dan memprakirakan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahui, bisa jadi kita terhalang untuk sampai ke hari esok atau memang kita akan menjumapainya dan ternyata berubah menjadi hari yang membahagiakan, menggembirakan dan menyenangkan berbeda dengan apa yang dipikirkan sebelumnya? Yang penting, hari esok masih ada di alam gha'ib dan belum lagi sampai ke Bumi. Sesungguhnya kita tidak akan dapat menyebrangi sebuah jembatan sebelum sampai padanya. Atau barangkali saja jembatan itu ambruk sebelum kita sampai padanya atau bisa jadi kta sampai padanya dan dapat menyebranginya dengan selamat.

Sesunggunya membebani pikiran dengan wawasan yang lebih luas daripada luang lingkup jangkauanya tentang masa depan dan membuka lembaran gha'ib selebar-lebarnya, kemudian menyakiti diri dengan hal-hal yang menggelisahkan yang masih di prakirakan kejadianya, merupakan hal yang dibenci oleh syari'at karena hal itu sama artinya dengan memperpanjang angan-angan yang dicela oleh akal sehat, sebab tiada bedanya dengan melawan bayangan. Sesungguhnya banyak manusia di dunia ini yang memprakirakan bahwa dimasa depan ia akan mengalami krisis sandang dan pangan, terkena penyakit, jatuh miskin dan tertimpa berbagai musibah, padahal semua itu merupakan setrategi yang telah dikaji matang di lembaga pendidikan setan.

اَلشَّيْطَنُ يَعِدُكَمُ الْفَقْرَ وَيَأمُرُكُمْ بِا لْفَحْشَاءِ .وَاللهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَ سِعٌ عَلِيْمٌ...

268. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.

[170] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.

Banyak dari kalangan mereka yang menangis karena memikirkan bahwa hari esok mereka akan kelaparan; tahun depan merka akan sakit dan seratus tahun kemudian dunia ini akan berakhir. Sesungguhnya orang yang usianya bukan miliknya, seharusnya tidak mempertaruhkanya untuk hal yang tidak ada dan orang yang tidak tahu bilakah dirinya akan mati, seharusnya tidak menyibukan diri dengan sesuatu yang belum ada hakikat kenyataanya.

Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya kepada Anda. Janganlah Anda tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan Anda tunggu-tunggu tentang kedatanganya, karena Anda sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini.

Jika Anda ingin heran, sudah sepantasnya bila mengherankan sikap mereka yang menukar kebahagiaanya dengan kesusahan secara tunai, sedang kesusahanya itu sendiri akan ia terima kemudian pada hari yang mentarinya saja belum terbit dan cahanyapun belum terlihat. Oleh Karena itu waspadalah! Janganlah sampai Anda berangan-angan terlalu jauh dari realita….Wallahu A'lam….

6/10/2008

Prof&Ulama

0 komentar

Calon Profesor bingung ketemu Ulama gunung.

Di sebuah perguruan tinggi ternama, di kawasan timur sana, adalah seorang guru besar yang kebingungan karena pertanyaan muridnya,

Murid;
Prof, gemana sih menurut prof yang di maksud dengan wujud Allah itu?

Prof;
Kemudian si Prof ini menjawab dengan detil tentang wujud Allah, tentunya dengan dalil akli (akal) dan dalil naqlinya (al-Qur’an) kemudian ia tambahkan pendapat-pendapatnya pula dan tentunya ia menyarankan juga sama muridnya”Bertafakurlah dengan ciptaan Allah dan kebesaran-Nya, janganlah bertafakur dengan Dzat Allah swt.

Murid:?
ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini,

Murid;
Prof, apasih yang dimaksud dengan takdir itu?

Prof;
Kemudian si Prof kembali menjawab pertanyaan si murid ini, dengan gamblang di ungkapnya Devinisi takdir, tentunya dari berbagai literature dan reverensi yang ia miliki, ia tambahkan pula pendapat-pendapatnya sendiri, yah namanya Prof, pastilah jago dalam hal ini,

Murid;
ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini,

Murid;
Prof, apakah mungkin syetan akan merasa tersiksa dengan api neraka? sementara syetan di ciptakan dari api, api sama api kan satu jenis?

Prof;
Dalam hal ini Prof mulai kebingungan, tapi namanya juga Prof, malu dong? kalau kalah ama muridnya, ia nda? he, he, nasibmu, Prof.
Kemudian ia coba menjawab dengan jawaban-jawaban logikanya yang berilian itu,

Murid;
Ternyata si murid tidak puas dengan jawaban Profnya ini, malah dalam hal ini muridnya sangat merasa tidak terpuaskan,

Kang Ja’far. Perlu di ketahui, si murid ini namanya Dr, Mudasir, he,he, :D--> :)-->

Suatu hari Dr. Mudasir bersilaturahmi sama orang tuanya, eh, ternyata orang tuanya tinggal di lereng sebuah gunung di satu daerah di Indonesia, setibanya di rumah sepuhnya, sang doctor ini, kemudian salam dan masuk kerumahnya, satu hal yang mengganjal di hati sepuhnya adalah, sikap anaknya yang agak aneh, sikap dan perilakunya tidak seperti biasanya. Oh, mungkin pengaruh pergaulan luar Nagreg? pikir si sepuh ini, ah, biarlah nanti kalau sudah istirahat mau saya tanya kata sepuhnya.

Sang doctor yang masih belum terpuaskan dengan keingin tahuanya akan tiga hal tadi, terkagetkan dengan sapaan sang ayah yang tiba2 menghampirinya, kenapa sih nak, sepertinya ada masalah?

Sang doctor kemudian menjelasakan keingin tahuanya tentang tiga hal yang selama ini menjadi satu hal yang menyita perhatianya, dan merasa belum puas dengan jawaban-jawaban dari guru besarnya.

Kemudian, tanpa di duga sebelumnya, sang ayah menampar Dr.Mudasir dengan tamparan dimuka sang doctor’’

Dr.Mudasir;

Loh, ko Abi nampar sayah sih? bukanya mendengar dan ikut memikirkan pertanyaan saya? kata si doctor sambil sedikit agak marah, mungkin kalo bukan ayahnya yang nampar, sudah balik nampar sang doctor ini.

Sang Ayah;

Wahai anaku tercinta, itulah yang dinamakan taqdir,
Bukankah kamu tidak pernah berfikir sebelumnya akan di tampar oleh Abi?
Tetapi hal itu sekarang telah menimpa kamu?

Dr.Mudasir;
Tapi kan saya sakit Abi!, kata sang doctor ini seraya memegang mukanya yang kena tamparan tadi.

Sang Ayah;
Wahai anaku tercinta, coba kamu buktikan dihadapan Abi, rasa sakit itu seperti apa wujudnya.
Dr.Mudasir;
Sang doctor ini rupanya merenung sejenak, dan tak mampu berkata satu patah katapun (bingung nya, naros atuh ka kang Ja’far)

Sang Ayah;
Wahai anaku tercinta, jangankan Dzat Allah swt, yang serba maha dan Mukholafatul lilhawadist, ciptaanya saja, rasa sakit padahal ada. Tetapi, ternyata engkau tidak bisa menjawabnya.

Dr.Mudasir;
Sang doctor kemudian kembali merenung, sambil masih tersisa sedikit rasa nyeri di wajahnya bekas tamparan sang ayah, kemudian ia kembali berkata sama ayahya.

Dr.Mudasir;
Kenapa Abi mukul wajah saya?

Sang ayah;
Abi sengaja memukul kamu wahai anaku, dengan tangan abi, karena tangan Abi adalah kulit yang Allah ciptakan, wajah kamu juga kulit yang Allah ciptakan. Dan apabila Allah swt berkehendak, kulit sama kulitpun akan menimbulkan rasa sakit, begitupun syetan akan tersiksa nanti di dalam Neraka Allah swt, walaupun syetan diciptakan dari api,
”””wallohu a’lam”””

Subhanalloh, hanya satu tamparan dari sang Ayah, (Ulama Ahlul ibadah) Ternyata mampu menjawab tiga pertanyaan sekaligus, yang tak pernah terpuaskan, meski puluhan Profesor telah menjelaskanya…”Al-Ulama’u warrosatul anbiya”

6/09/2008

73 Manfaat Berdzikir Bagi Kehidupan Manusia

2 komentar




73 Manfaat Berdzikir Bagi Kehidupan Manusia

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran
Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para
sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan
para sahabat benar-benar hidup.

Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh
puluh tiga manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridah.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan,
disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati
musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma'rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu'.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga
ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang
berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Sungguh luar biasa …. tetapi orang tidak akan yakin dengan
manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan
menikmatinya… .. Mari kita coba memulainya….

6/05/2008

Kitab Kuning versi Software !

0 komentar


1800,Kitab Kuning

Gratis !

Tersedia Petunjuk Praktis

Kitab kuning yang selama ini mungkin hanya bisa dinikmati melalui tulisan di kertas, baik di kertas kuning (sehingga disebut kitab kuning) maupun di kertas putih, yang kadang sulit sekali dicari, berharga cukup mahal, dan butuh perawatan khusus menyimpannya, kini tersedia dalam bentuk yang ringkas dan memudahkan: Software Kitab Kuning. Dan yang paling membahagiakan, software ini tersedia secara cuma-cuma. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlimpah kepada berbagai pihak yang telah bekerja keras demi tersedianya Software Kitab Kuning ini. Keterangan aslinya di http://www.almeshkat.net/ http://www.nunihon.org/DownloadNU/CDKitab1/

Kitab kuning dalam bentuk software ini bernama Al-Maktabatusy Syamilah, Al-Isdhar 2 (Pustaka Lengkap, Versi 2) dan terdiri diri 1800 (seribu delapan ratus) kitab yang dikelompokkan dalam 29 bidang keilmuan. Kitab berupa program komputer ini sangat praktis karena tidak membutuhkan ruang besar untuk menampung ribuan kitab yang masing-masing bisa jadi terdiri atas puluhan juz.

Melihat betapa besar manfaat software tersebut, Kami Pesantren Multimedia tergerak untuk ikut menyebarkannya ke pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Hal ini Insya Allah akan mendorong para kiai, ulama, asatidz agar lebih produktif menulis kitab, lebih leluasa dalam membahas masalah keagamaan (bahtsul masaa'il), dan lebih mudah dalam mendidik santri.

Jadi, shahabat sekalian yang ingin sowan ke Para Ustadz, Para Kiai atau berkunjung ke pondok pesantren, mohon sampaikan CD Perpustakaan Digital ini ke beliau, dan kalau Anda ada waktu, mohon sekalian diinstallkan. Cara meng-copy dan meng-installnya dapat dilihat pada petunjuk di bawah ini.

Namun demikian, oleh karena software ini juga menampung kitab dari berbagai aliran yang berbeda, baik madzhab maupun ideologinya, maka MOHON LEBIH WASPADA dan SELEKTIF membacanya atau mempelajarinya.

Daftar Bidang Ilmu dan Jumlah Kitab di Dalamnya


Software ini memuat berbagai kitab dalam berbagai bidang

Di bidang tafsir (52 kitab) meliputi Tafsir Thabari, Ibnu Katsir, Al-Baghawi, Al-Alusi, Al-Bahr, Fathul Qadir, Ad-Durrul Mantsur, Jalalain, Al-Khazin, Az-Zamakhsyari, Ibnu Abdis Salam, Sayyid Thanthawi, Adh-Dhilal, Al-Qusyairi, dll.
Dalam bidang Ulumul Qur'an (43 kitab), meliputi I'rabul Qur'an, Asbabu Nuzulil Qur'an, Al-Itqan, Misykatul anwar, Fadlailul Qur'an, Majazul Qur'an, Lubabun Nuzul, At-Tibyan, Asbabun Nuzul, Ahkamul Qur'an lisy Sayfi'iy, Ahkamul Qur'an li Ibni Arabiy, dll
Dalam bidang Fiqih, kitab di lingkungan 4 madzhab diletakkan terpisah. Untuk Madzhab Imam Syafi'y, 19 kitab yang tersedia adalah Al-Umm, I'anatuh Thalibin, Fathul Wahhab, Fathul Mu'in, Asnal Mathalib, Al-Majmu', Raudlatuth Thalibin, Hasyiata Qalyubi wa Umairah, Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Hasyiah Bujairimi alal Khatib, Hasyiah Bujairimi alal Minhaj, dll.
Dalam madzhab Imam Maliki (14 kitab), Asy-Syarhul Kabir, Bidayatul Mujtahid, Mukhtashar Khalil, At-Taju wal Iklil, Mawahibul Jalil, Hasyiyah Ad-Dasuqi alasy Syarhil Kabir, dll. Dalam Madzhab Imam Hanafi terdapat 17 kitab, dan Madzhab Imam Maliki terdapat 14 kitab.
Dalam bidang Tasawuf, / Akhlak terdapat Ihya Ulumiddin, Riyadlush Shalihin, Al-Kabair, Al-Futuhatul Makiyyah, Qutul Qulub, Al-Risalatul Qusyairiyyah, Al-Adzkar, dll.
Klasifikasi umum memuat kitab Tafsirul Ahlam, Ta'tirul Anam fi Tafsiril Ahlam, Mausu'ah Tafsiril Ahlam, Mafahimul Islamiyyah, Al-Jam'iyyatul Khairiyyah li Tahfidhil Qur'anil Karim, Jam'ul Qur'anil Karim fi 'Ahdi Khulafair Rasyidin, dll.
Ushul Fiqh, Mushtalah Hadits, dan berbagai bidang lainnya hingga 29 kelompok dengan total 1800 kitab.


Semua kitab tersebut sudah lengkap dimuat dalam software ini, oleh karena itu ukurannya sangat besar, Hard Disk yang dibutuhkan minimal 4,2 Giga Byte.

Kemampuan Membuka Kitab

Kemampuan Utama software ini, diantaranya :

Membuka kitab apapun dengan mudah berdasarkan Juz dan Halamannya.

Bila sulit mencari kitabnya, ada 2 pilihan, dicari berdasarkan urutan (index) huruf atau berdasarkan bidang ilmunya.
Bila hanya tahu sedikit kata dari judulnya, misal Ihya Ulumiddin, maka cukup ketikkan Ihya, maka akan diantarkan daftar kitab yang di judulnya tertera kata Ihya.

Kemampuan Mencari IBARAT
Catatan : IBARAT adalah keterangan ayat / hadits / fatwa / pembahasan yang terkait dengan Jawaban yang dibutuhkan. Inilah kunci pentingnya software ini. Pencarian itu dilakukan dengan memasukkan sebuah kata, dan software akan mencarinya di seluruh kitab.Bila terlalu banyak hasil pencariannya, bisa pula dibatasi pada nama kitab tertentu saja atau pada bidang ilmu tertentu saja. Misalkan pembahasan Makmum Masbuq, bisa didapat dari Kitab2 di Bidang Hadits, bidang Fiqih (Madzhab 4), Kitab Ihya, dll.

Pencarian kata itu di dalam 1800 kitab bisa dilakukan, akan tetapi jelas memakan waktu dan mungkin tidak semuanya berkait langsung dengan yang diinginkan penanya.
Maka dengan membatasinya hanya pada Kitab Majmu' saja mungkin akan lebih mudah. Bisa juga diperluas sedikit dengan menambah daftar kita yg akan dituju ini. Atau bahkan lebih luas lagi, yakni di seluruh kitab fiqih dalam Madzhab Imam Syafi'iy.
Daerah pencarian juga bisa digabungkan dari bidang yang berbeda, misalnya dari bidang fiqih Madzhab Imam Syafi'iy ditambah Madzhab Imam Maliki, ditambah bidang Tafsir, dan bidang Akhlaq (yg didalamnya ada Ihya Ulumiddin), dan lain-lain.

Berminat dengan Software ini (1800 kitab) Hubungi Tlp.022-76067721- Hp.081321111018……Semoga jadi kebaikan, Amien.

5/29/2008

0 komentar

Sebuah renungan

Saudarakau kita tidak dapat memilih ujian-ujian hidup yang ALLAH berikan kepada kita, tugas kita hanyalah menghadapi dan menyelesaikan ujian-ujian tersebut dengan baik, jika kita lulus maka kita akan menjadi hamba-hambaNya yang akan mendapatkan berkah, rahmat dan hidayahNya, tapi jika kita tidak lulus maka kita termasuk orang-orang yang merugi dunia dan akhirat

Tgl 3 Ramadhan1428.H/14-09-2007. Tepatnya hari Jum’at malam Sabtu jam 10.30. Adalah hari dimana Allah, memanggil istri saya tercinta (Al-marhumah)“Vera Siti Fatimah” beserta anak saya tercinta yang saat itu sedang dalam kandungan usia Sembilan bulan. Sungguh tak pernah terpikir sebelumnya hal ini akan terjadi, tapi saya sadar semua ini adalah kehendak Allah. Padahal usianya masih begitu muda, saat itu baru berusia 27 Tahun, saat itupun tidak dalam keadaan sakit.

Pagi itu, Saat ku terbangun dari tidur, sepertinya malas sekali untuk beraktifitas, seandainya istriku tidak mengingatkan bahwa hari itu adalah jadwal saya khutbah Jum’at di TVRI Stasiun Bandung mungkin saat itu aku masih asik di balik selimut meneruskan jatah tidur yang memang malam itu aku kurang tidur karena habis ngisi kultum sama imam Tarawih di STPDN Sumedang, yang dilanjutkan dengan diskusi hingga larut malam.

Usai sholat Jum’at saya pun berdiskusi dengan Produser eksekutif Drs.H. Dani Ibrahim di ruanganya, seputar tema yang akan di bahas dalam acara dialog interaktif “Cahaya Qalbu” yang disiarkan secara Live se Jabar dan Banten. Kemudian dilanjutkan dengan membicarakan salah satu kru TVRI yang meninggal mendadak di Cirebon, saya pun berusaha menasehati teman-teman sealakadarnya. Sungguh saya tidak mengira bahwa sebenarnya nasehat itu adalah untuk diri saya sendiri…Subhanallah”…Karena empat jam kemudian justru istri saya yang di panggil oleh Allah untuk menghadap-Nya, satu hal yang membuat saya menangis, saya belum bisa membahagiakan istri saya, tapi dibalik semua itu saya teramat bahagia karena Allah memanggil istri saya dalam keadaan yang terbaik selama hidupnya, ia sedang menghatamkan Al-Qur’an, ia di panggil di bulan Suci Ramadhan dan dalam keadaan berjihad pula untuk melahirkan….Semoga menjadi Syahidah, Amien…. Selamat jalan istriku tercinta, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang dipenuhi rahmatNya, dan mengampuni setiap kekhilapan yang pernah dilakukan, terimakasih,,, engkau telah tulus mendampingiku dalam berdakwah tanpa pamrih apapapun selain Ridlho dari Allah, semoga kita berjumpa lagi kelak di surgaNya…Amien

Perjalanan Ruh

Pernahkah anda hadir di sisi seseorang yang tengah menghadapi sakaratul maut, hingga jasadnya dingin, terbujur kaku, tak bergerak, karena ruhnya telah berpisah dengan badan? Lalu apa perasaan anda saat itu? Adakah anda mengambil pelajaran darinya? Adakah terpikir bahwa anda juga pasti akan menghadapi saat-saat seperti itu? Kemudian, pernahkah terlintas tanya di benak anda, ke mana ruh itu pergi setelah berpisah dengan jasad?
Hadits yang panjang dari Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wa sallam di bawah ini memberi ilmu kepada kita tentang hal itu. Simaklah…!
Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu berkisah, “Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengantar jenazah seorang dari kalangan Anshar. Kami tiba di pemakaman dan ketika itu lahadnya sedang dipersiapkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam duduk. Kami pun ikut duduk di sekitar beliau dalam keadaan terdiam, tak bergerak. Seakan-akan di atas kepala kami ada burung yang kami khawatirkan terbang. Di tangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu ada sebuah ranting yang digunakannya untuk mencocok-cocok tanah. Mulailah beliau melihat ke langit dan melihat ke bumi, mengangkat pandangannya dan menundukkannya sebanyak tiga kali. Kemudian bersabda, “Hendaklah kalian meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari adzab kubur,” diucapkannya sebanyak dua atau tiga kali, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur,” pinta beliau sebanyak tiga kali.
Setelahnya beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang mukmin apabila akan meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat, turun kepadanya para malaikat dari langit. Wajah-wajah mereka putih laksana mentari. Mereka membawa kain kafan dan wangi-wangian dari surga. Mereka duduk dekat si mukmin sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut 'alaihissalam hingga duduk di sisi kepala si mukmin seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Ruh yang baik itu pun mengalir keluar sebagaimana mengalirnya tetesan air dari mulut wadah kulit. Malaikat maut mengambilnya. (Dalam satu riwayat disebutkan: Hingga ketika keluar ruhnya dari jasadnya, seluruh malaikat di antara langit dan bumi serta seluruh malaikat yang ada di langit mendoakannya. Lalu dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Tidak ada seorang pun malaikat yang menjaga pintu malaikat kecuali mesti berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ruh si mukmin diangkat melewati mereka). Ketika ruh tersebut telah diambil oleh malaikat maut, tidak dibiarkan sekejap matapun berada di tangannya melainkan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah putih. Mereka meletakkan/membungkus ruh tersebut di dalam kafan dan wangi-wangian yang mereka bawa. Dan keluarlah dari ruh tersebut wangi yang paling semerbak dari aroma wewangian yang pernah tercium di muka bumi. Kemudian para malaikat membawa ruh tersebut naik. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mesti ditanya, “Siapakah ruh yang baik ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab, “Fulan bin Fulan,” disebut namanya yang paling bagus yang dulunya ketika di dunia orang-orang menamakannya dengan nama tersebut. Demikian, hingga rombongan itu sampai ke langit dunia. Mereka pun meminta dibukakan pintu langit untuk membawa ruh tersebut. Lalu dibukakanlah pintu langit. Penghuni setiap langit turut mengantarkan ruh tersebut sampai ke langit berikutnya, hingga mereka sampai ke langit ke tujuh. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, “Tulislah catatan amal hamba-Ku ini di ‘Illiyin dan kembalikanlah ia ke bumi karena dari tanah mereka Aku ciptakan, ke dalam tanah mereka akan Aku kembalikan, dan dari dalam tanah mereka akan Aku keluarkan pada kali yang lain.”
Si ruh pun dikembalikan ke dalam jasadnya yang dikubur dalam bumi/tanah. Maka sungguh ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburnya ketika mereka pergi meninggalkannya. Lalu ia didatangi dua orang malaikat yang sangat keras hardikannya, keduanya menghardiknya, mendudukkannya lalu menanyakan padanya, “Siapakah Rabbmu?”
Ia menjawab, “Rabbku adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Ditanya lagi, “Apa agamamu?”
“Agamaku Islam,” jawabnya.
“Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi
“Dia adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,” jawabnya
“Apa amalmu?” pertanyaan berikutnya
“Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman dan membenarkannya,” jawabnya.
Ini adalah fitnah/ujian yang akhir yang diperhadapkan kepada seorang mukmin. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengokohkannya sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:
يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي اْلآخِرَةِ
“Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang tsabit/kokoh dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akhirat.” (Ibrahim: 27)
Terdengarlah suara seorang penyeru dari langit yang menyerukan, “Telah benar hamba-Ku. Maka bentangkanlah untuknya permadani dari surga. Pakaikanlah ia pakaian dari surga, dan bukakan untuknya sebuah pintu ke surga!”
Lalu datanglah kepada si mukmin ini wangi dan semerbaknya surga serta dilapangkan baginya kuburnya sejauh mata memandang. Kemudian ia didatangi oleh seseorang yang berwajah bagus, berpakaian bagus dan harum baunya, seraya berkata, “Bergembiralah dengan apa yang menggembirakanmu. Inilah harimu yang pernah dijanjikan kepadamu.”
Si mukmin bertanya dengan heran, “Siapakah engkau? Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kebaikan.”
“Aku adalah amal shalihmu. Demi Allah, aku tidak mengetahui dirimu melainkan seorang yang bersegera menaati Allah Subhanahu wa Ta'ala dan lambat dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasmu dengan kebaikan,” jawab yang ditanya
Kemudian dibukakan untuknya sebuah pintu surga dan sebuah pintu neraka, lalu dikatakan, “Ini adalah tempatmu seandainya engkau dulunya bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala menggantikan bagimu dengan surga ini.” Maka bila si mukmin melihat apa yang ada dalam surga, ia pun berdoa, “Wahai Rabbku, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku dapat kembali kepada keluarga dan hartaku.”
Dikatakan kepadanya, “Tinggallah engkau.”
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan penuturan beliau tentang perjalanan ruh. Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang kafir (dalam satu riwayat: hamba yang fajir) apabila akan meninggalkan dunia dan menuju ke alam akhirat, turun kepadanya dari langit para malaikat yang keras, kaku, dan berwajah hitam. Mereka membawa kain yang kasar dari neraka. Mereka duduk dekat si kafir sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi kepala si kafir seraya berkata, “Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Ruh yang buruk itu pun terpisah-pisah/berserakan dalam jasadnya, lalu ditarik oleh malaikat maut sebagaimana dicabutnya besi yang banyak cabangnya dari wol yang basah, hingga tercabik-cabik urat dan sarafnya. Seluruh malaikat di antara langit dan bumi dan seluruh malaikat yang ada di langit melaknatnya. Pintu-pintu langit ditutup. Tidak ada seorang pun malaikat penjaga pintu kecuali berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ruh si kafir jangan diangkat melewati mereka. Kemudian malaikat maut mengambil ruh yang telah berpisah dengan jasad tersebut, namun tidak dibiarkan sekejap mata pun berada di tangan malaikat maut melainkan segera diambil oleh para malaikat yang berwajah hitam lalu dibungkus dalam kain yang kasar. Dan keluarlah dari ruh tersebut bau bangkai yang paling busuk yang pernah didapatkan di muka bumi. Kemudian para malaikat membawa ruh tersebut naik. Tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat kecuali mesti ditanya, “Siapakah ruh yang buruk ini?” Para malaikat yang membawanya menjawab, “Fulan bin Fulan,” disebut namanya yang paling jelek yang dulunya ketika di dunia ia dinamakan dengannya. Demikian, hingga rombongan itu sampai ke langit dunia, mereka pun meminta dibukakan pintu langit untuk membawa ruh tersebut, namun tidak dibukakan.”
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian membaca ayat:
لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلاَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
“Tidak dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk ke dalam surga sampai unta bisa masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, ‘Tulislah catatan amalnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah.’ Lalu ruhnya dilemparkan begitu saja.”
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian membaca ayat:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
“Dan siapa yang menyekutukan Allah maka seakan-akan ia jatuh tersungkur dari langit lalu ia disambar oleh burung atau diempaskan oleh angin ke tempat yang jauh lagi membinasakan.” (Al-Hajj: 31)
Si ruh pun dikembalikan ke dalam jasadnya yang dikubur dalam bumi/tanah. Lalu ia didatangi dua orang malaikat yang sangat keras hardikannya. Keduanya menghardiknya, mendudukkannya dan menanyakan kepadanya, “Siapakah Rabbmu?”
Ia menjawab, “Hah… hah… Aku tidak tahu.”
Ditanya lagi, “Apa agamamu?”
“Hah… hah… Aku tidak tahu,” jawabnya.
“Siapakah lelaki yang diutus di tengah kalian?” tanya dua malaikat lagi.
Kembali ia menjawab, “Hah… hah… aku tidak tahu.”
Terdengarlah suara seorang penyeru dari langit yang menyerukan, “Telah dusta orang itu. Maka bentangkanlah untuknya hamparan dari neraka dan bukakan untuknya sebuah pintu ke neraka!”
Lalu datanglah kepadanya hawa panasnya neraka dan disempitkan kuburnya hingga bertumpuk-tumpuk/tumpang tindih tulang rusuknya (karena sesaknya kuburnya). Kemudian seorang yang buruk rupa, berpakaian jelek dan berbau busuk mendatanginya seraya berkata, “Bergembiralah dengan apa yang menjelekkanmu. Inilah harimu yang pernah dijanjikan kepadamu.”
Si kafir bertanya dengan heran, “Siapakah engkau? Wajahmu merupakan wajah yang datang dengan kejelekan.”
“Aku adalah amalmu yang jelek. Demi Allah, aku tidak mengetahui dirimu ini melainkan sebagai orang yang lambat untuk menaati Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun sangat bersegera dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasmu dengan kejelekan,” jawab yang ditanya.
Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, bisu lagi tuli. Di tangannya ada sebuah tongkat dari besi yang bila dipukulkan ke sebuah gunung niscaya gunung itu akan hancur menjadi debu. Lalu orang yang buta, bisu dan tuli itu memukul si kafir dengan satu pukulan hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala mengembalikan jasadnya sebagaimana semula, lalu ia dipukul lagi dengan pukulan berikutnya. Ia pun menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh seluruh makhluk, kecuali jin dan manusia. Kemudian dibukakan untuknya sebuah pintu neraka dan dibentangkan hamparan neraka, maka ia pun berdoa, “Wahai Rabbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat.” (HR. Ahmad 4/287, 288, 295, 296, Abu Dawud no. 3212, 4753, dll, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud dan Ahkamul Jana`iz hal. 202)
Pembaca yang mulia, berita yang shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pasti benar adanya karena:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى
“Tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya, hanyalah yang beliau sampaikan adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (An-Najm: 3-4)
Maka setelah membaca pengabaran beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam di atas, masihkah tersisa angan yang panjang dalam kehidupan dunia ini? Adakah jiwa masih berani bermaksiat kepada Rabbul ‘Izzah dan enggan untuk taat kepada-Nya? Manakah yang menjadi pilihan saat harus menghadapi kenyataan datangnya maut menjemput: ruh diangkat dengan penuh kemuliaan ke atas langit lalu beroleh kenikmatan kekal, ataukah diempaskan dengan hina-dina lalu beroleh adzab yang pedih?
Bagi hati yang lalai, bangkit dan berbenah dirilah untuk menghadapi “hari esok” yang pasti datangnya. Adapun hati yang ingat, istiqamah-lah sampai akhir…
Sungguh hati seorang mukmin akan dicekam rasa takut disertai harap dengan berita di atas, air mata mengalir tak terasa, tangan pun tengadah memohon kepada Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, “Ya Allah, berilah kami taufik kepada kebaikan dan istiqamah di atasnya sampai akhir hidup kami. Jangan jadikan kami silau dan tertipu dengan kehidupan dunia yang fana hingga melupakan pertemuan dengan-Mu. Wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Lindungi kami dari adzab kubur dan dari siksa neraka yang amat pedih. Ya Arhamar Rahimin, berilah nikmat kepada kami dengan surga-Mu yang seluas langit dan bumi. Amin… Ya Rabbal ‘Alamin.”
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

5/14/2008

0 komentar



Motivasi diri pengusaha muslim

10 Rahasia Memotivasi Diri Untuk Pencapaian Yang Besar
1. Penegasan Positif

Pikiran bawah sadar kita adalah alat yang menakjubkan dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan. Dia akan melakukan apa yang kita perintahkan dan tergantung pada pikiran yang kita masukkan. Jadi, mengapa tidak memberikan pikiran positif ke dalam pikiran Anda. Berikut adalah beberapa contoh penegasan yang dapat Anda masukkan kedalam pemikiran terdalam untuk mencapai keberhasilan:

* Hari ini aku akan berhasil, karena aku memiliki keyakinan, keberanian, dan antusiasme
* Aku melihat kegagalan sebagai sebuah rambu di jalan kesuksesanku
* Ketika aku merasa tertekan, aku akan bersantai dan melepaskan tekanan sebelum melakukan tugas selanjutnya
* Aku akan menuliskan prioritas, memikirkan tanggung-jawab. Mungkin aku tidak dapat menyelesaikan semuanya, namun aku akan melakukan hal yang paling produktif di setiap momen yang ada
*Aku seorang pemenang, aku bekerja untuk kemenangan organisasi dan karena kontribusi dan kerjasamaku, kami akan tetap menjadi pemenang
*Hari ini, aku melihat peluang disetiap tantangan yang diberikan padaku

2. Bahasa yang positif

Penelitian terakhir menunjukkan bahwa 75% dari pembicaraan sehari-hari adalah negatif,apakah bahasa yang kita gunakan atau bahasa tubuh. Kita perlu berkomunikasi dengan sikap positif disepanjang waktu.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana Anda dapat mengubah kata-kata negatif kedalam komunikasi positif:

* Daripada mengatakan 'masalah', sebut dengan 'peluang'
* Daripada menganggap sebuah tindakan sebagai'kegagalan,' gambarkan sebagai 'pengalaman belajar.'
* Daripada mengatakan 'Aku harus', katakan 'Aku memilih untuk...' Ini akan mengontrol tindakan yang kembali pada Anda.
* Daripada mengatakan, 'Tidak ada yang dapat aku perbuat,' katakan, 'Mari kita lihat alternatif yang ada.'
* Daripada mengatakan 'Itulah diriku,' katakan, 'ku memilih pendekatan yang berbeda.'
* Daripada mengatakan,'Dia membuatku marah,' katakan,' Aku mengendalikan perasaanku.'

3. Berlatih

Sebuah survei Gallup menemukan pria dan wanita yang telah berlatih:

*66% dilaporkan mendapatkan hidup yang lebih rileks
*62% mendapatkan sumber energi baru
*55% stress yang berkurang
*51% penampilan yang lebih baik
*46% lebih percaya diri
*45% kehidupan cinta yang lebih baik
*44% kepuasan kerja yang lebih besar
*37% lebih kreatif di pekerjaan.

Motivasi besar tersebut didapatkan melalui latihan! Ketika motivasi Anda menurun, gerakkan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa meluangkan waktu seminggu tiga kali selama 15 menit, memberikan dampak yang luar biasa.

4. Mengambil Resiko

Kita hidup di zona nyaman kita, menghindari situasi yang menimbulkan resiko, menghindari potensi kegagalan. Namun, untuk menghadapi persaingan di depan dan menguasai perubahan kehidupan, Anda harus keluar dari zona nyaman Anda. Mulai dengan satu langkah sederhana. Mencoba hal kecil yang baru, dengan pendekatan yang berbeda. Cara yang sederhana dengan mengambil rute yang berbeda ke dan dari tempat kerja. Sesekali saya suka melewati 'jalan yang jarang dilalui' untuk mengasah kreativitas. Kemudian, tetap melangkah diluar zona Anda. Pada awalnya mungkin tidak terasa nyaman. Namun, semakin sering Anda melakukannya, maka akan semakin nampak alami dan Anda akan melihat peningkatan di inti kreativitas dan peluang yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

5. Bacaan Positif

Baca kehidupan orang -orang sukses. Pastikan Anda hanya membaca yang mencerminkan kesuksesan sepanjang masa. Bukan kisah 'sukses hari ini, skandal hari esok'yang kita dapatkan saat ini. Orang seperti Herb Kelleger - Southwest Airlines, Fred Smith - Federal Express, Mary Kay Ash - Mary Kay, Benjamin Franklin, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, dan Dr. Martin Luther King, Jr, merupakan contoh yang baik. Mereka adalah orang-orang yang menghadapi berbagai tantangan, menciptakan nilai yang sesungguhnya bagi orang lain, atau merubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

6. Visualisasi Positif

Kondisikan diri Anda untuk menggambarkan visi kesuksesan. Salah satu cara terbaik melakukannya adalah dengan:
* Pergi ke tempat yang sunyi didalam rumah atau tempat lainnya. Matikan radio, televisi, dsb
* Duduk di kursi yang nyaman dan melonggarkan pikiran
* Mulai berpikir tujuan yang ingin anda capai. Ingat, visualkan seolah anda telah mencapai tujuan ini
* Memvisualkan langkah penting yang diambil untuk mencapai keberhasilan. Semakin baik visualisasi Anda, dimana Anda akan melihat, merasakan, mendengar, dan menyentuh visi, maka akan semakin nyata bagi Anda.
* Visualisasi tantangan yang muncul dalam perjalanan Anda dan bagaimana mengatasinya.
* Visualisasikan bagaimana rasanya menyelesaikan tujuan. Visualisasikan keuntungan yang Anda, keluarga, teman, rekan, dapatkan. Nikmati momen tersebut!

Penting untuk diingat: Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk melihatnya, maka tidak akan terjadi!

7. Berpikir Besar

Lihat gambaran besar pada apapun yang kita kerjakan. Banyak waktu yang terbuang untuk hal -hal yang tidak penting di kehidupan kita. Kita diciptakan untuk membuat perbedaan. Kita membuat perbedaan untuk keluarga, komunitas, organisasi, dan diri kita sendiri. Semua tindakan kita harus dilakukan dengan konsep di pikiran. Berpikir sedikit lebih besar hari ini daripada kemarin, dan Anda akan membuat masa depan yang lebih baik keesokan harinya. Berpikir besar mengarah pada tindakan yang besar. Berpikir kecil akan mengarah pada hasil yang kecil. Jadi berpikirlah BESAR!.

8. Tentukan Sasaran

Cara tercepat gagal dalam kehidupan adalah tidak membuat sasaran yang jelas. Tentukan sasaran untuk keuangan, keluarga, kesehatan, spiritual, dan karir. Sasaran Anda harus erat dengan teknik SMART.
* S - Spesifik
* M - Measurable (dapat diukur)
* A - Attainable (dapat dicapai)
* R - Realistik
* T - Time-based (basis waktu)

Misalnya, Anda memiliki target mendapatkan $2 juta sebagai uang pensiun pada dua puluh tahun mendatang. Setelah melakukan riset, sasaran SMART Anda adalah:

'Saya akan mendapatkan $2 juta sebagai uang pensiun pada tahun 2024. Saya akan melakukannya dengan kontribusi sebesar $20K, atau $1667 per bulan, untuk dana pensiun per tahun. Dari $20K tiap tahunnya, $2k akan disimpan di IRA dan $18 masuk ke program pensiun organisasi.'

Ingat hal yang paling detil yang dapat Anda tambahkan, sehingga semakin realistis sasaran Anda.

9. Penampilan yang positif

Super achiever sangat berhati-hati dengan penampilan dan gerakan mereka. Mereka tahu bahwa penampilan yang baik menerjemahkan ke perasaan yang baik. Billy Crystal, bintang layar lebar dan Saturday Night Life, pernah memainkan karakter yang dikenal dengan kata-katanya, 'Lebih baik berpenampilan baik daripada merasa baik.' Apa yang sesungguhnya ia katakan adalah konsep 'berpura-pura sampai Anda berhasil'. Dengan kata lain, pada saat kita merasa sedih, kemudian berpikir positif dan pikiran Anda akan memerintahkan tubuh untuk bertindak secara positif. Juga selalu berpakaian layaknya achiever. Ikuti gaya pakaiannya, tindakan, dan perilaku orang yang sukses dan mencerminkan nilai kesuksesan jangka panjang dari keberhasilan orang tersebut. Ini juga akan mengatakan pada pikiran Anda bahwa Anda adalah seorang achiever.

10. Saling Membantu

Mengembangkan keinginan untuk saling membantu. Berbagi bakat Anda tanpa mengharapkan imbalan, penghargaan atau rekomendasi. Dan rahasiakan perbuatan baik Anda.

Jika Anda menerapkan teknik membantu orang lain, secara otomatis akan kembali pada Anda berkali-kali lipat. Pertama, kenikmatan memiliki bakat tertentu yang dapat membuat kehidupan orang lain lebih baik. Kedua, karena Anda tidak mencarinya, kata-kata tentang Anda dan kebaikan Anda akan tersebar. Inilah yang akan diterjemahkan kedalam peluang dan kekayaan yang tidak terduga. Ketiga, Anda akan mendapatkan satu tingkat kepercayaan diri yang baru dimana Anda dapat membuat suatu perbedaan. Super achiever menemukan motivasi dan arti dengan membantu sesama.

Acara di TVRI

0 komentar


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

KH.Asep.A. Maoshul Affandy (Pimpinan Umum Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya), Ust. Ayip Ja'far Shodiq (Pimpinan Pesantren Multimedia Bandung dan Pondok Pesantren Mursyidul Falah Majalengka) dan Irjen. Pol. Drs. H. Edi Darnadi ( Kapolda Jawa barat ) Usai mengisi acara Live di Satasiun TVRI Bandung.

Acara yang di hadiri para Ulama se Jawabarat merupakan bentuk kerja sama Ulama dan Kepolisian, dalam rangka pemberantasan Pekat (Penyakit Masyarakat) khususnya perjudian di wilyah hukum Polda Jabar. Yang dilaksanakan pada Tgl 04 Agustus 2005.


Berpoto bersama usai mengisi acara Cahaya Qalbu di TVRI Jabar dan Banten.
Nampak dari sebelah kanan Produser Pelaksana Drs. Masuroh, Pembawa acara Hajah Devi Dirgantini, KH. Asep A. Maoshul Affandy, Bupati Tasik Drs. H. Tatang Farhanul Hakim Mpd Dan Ust. Ayip Ja'far Shodiq.

5/13/2008

Taqorub Kepada Allah swt

0 komentar


Taqorub Kepada Allah swt

Taqorrub kepada Allah………………

Dalam salah satu Hadist Qudsi,,,,Allah swt berpirman……
مَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ ِالَيْهِ ذِرَاعًا... وَمَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ اِلَيْهِ بَاعًا....
Artinya:
Barang siapa yang datang kepada Allah (mendekatkan diri kepada Allah) satu jengkal,,,Kami akan datang kepadanya (Allah akan mendekatinya) satu siku,,,dan barang siapa yang mendatangi Allah (mendekatkan diri kepada Allah) satu siku,,,,,maka Kami akan mendekatinya satu depa…………..

Lafadz taqorub yang pertama merupakan “jumlah” yang keduapun adalah “Jumlah”,,,,,,Menurut ilmu Nahwu jumlah adalah termasuk dari Nakiroh…..Menurut ilmu “balaghoh” apabila ada lafadz Nakiroh di tikror,,,maka yang pertama bukanlah yang kedua….

وَمَامِنْ الْقَوَاعِدِ الْمُقَرَّرَهْ...اِذَاَاَتَتْ نَكِرَةٌمُكَرَّرَهْ
تَغَايَرَا وَاِنْ يُّعَرَفْ شَانِيْ...تَوَافَقَا كَذَاالْمُعَرَّفَانِ
Ini menunjukan bahwa taqorubnya mahluk,,,beda dengan taqorubnya Allah.swt.

=Adapun cara dan upaya Manusia bertaqorub/mendekatkan diri kepada Allah paling tidak ada tiga cara:…………

1. Tafakkur………..
2. Melakukan amal sholeh…….”maksimal beribadah kepada Allah,,,Maksimal berikhtiar,,,,maksimal dalam menyusun setrategi dalam hidup…..
3. Ridho akan ketentuan (taqdir) dari Allah swt.

Tfakkur

Yang dimaksud tafakkur disini, yaitu berfikir, merenung atau memperbanyak mengingat kematian asal kejadian,,,,dari mana ia datang, dimana sekarang berada dan kemana ia akan pulang, bekal apa yang akan di bawa nanti untuk berpulang kepada Allah,,,siapkah ia mempertanggung jawabkan setip amal perbuatan dihadapan sang pencipta Allah swt….

Amal Sholeh

Amal sholeh adalah melakukan setiap pekerjaan baik pekerjaan yang sipatnya vertical (mahdloh) Langsung kepada Allah,,,ataupun pekerjaan yang sipatnya Horizontal (ghoer Mahdloh) berbuat baik kepada sesama, beramal sholeh dengan memperbanyak amal yang bermanfaat untuk hamba yang lainya…dengan disertai tiga hal:…..

1. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat tulus untuk beribadah kepada Allah swt………..
2. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya karena di perintah oleh Allah swt…
3. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya untuk mencari keridlhoan dari Allah swt…
Apabila terkumpul tiga sarat diatas,,,maka insya Allah akan menjadi amal sholeh,,,,dan sebaliknya apabila tidak terkumpul tiga hal dalam setiap amal,,,,maka amal perbuatanya termasuk amal yang sia-sia…..(tidak ada nilainya di hadapan Allah swt)
Kenapa demikian?,,,,karena walaupun melakukan perintah Allah,,,,seperti halnya Sholat,,apabila niat melakukan sholat bukan karena Alloh, dilakukan tidak merasa bahwa ini adalah perintah Allah, dan dilakukan sholat bukan karena ingin mencari Rdlho Allah, maka Sholatnya tidak akan menjadi amal sholeh,,,bahakan justru sholatnya akan sia-sia karena tidak mencapai maqom “Maqbul”

Atau orang yang salah menempatkan antara Ma dlumin (urusan Allah) “perkara yang telah dijamin oleh Allah swt,”seperti halnya pahala hasil dari amal,,,atau Rizqi hasil dari usaha dan upaya….

Dan “Ma Thulib” (tugas diri/kewajiban Manusia) seperti halnya orang dagang karena ingin keuntungan, orang bekerja karena menginginkan upah, orang bertani karena menginginkan hasil pertanian….karena:,,,keuntungan, jumlah upah dan hasil dari pertanian,,,,itu semuanya adalah urusan Allah,,,,sekali lagi,, masalah hasil adalah urusan Allah,,,,urusan kita adalah hanyalah berusaha dan berupaya masalah hasilnya sepenuhnya di kembalikan kepada Allah swt…

Bukan berarti orang yang dagang jangan berharap keuntungan, yang bekerja jangan berharap upah, yang bertani jangan berharap hasil pertanian,,,,karena dilakukan semua itupun tentunya karena ingin mendapatkan sesuatu….yang berdagang tentunya ingin keuntungan,,,yang bekerja tentunya ingin mendapatkan upah,,,yang bertanipun tentunya ingin mendapatkan hasil pertanian….
Tetapi semua itu jangan mengalahkan niat kita,,,bahwa semua ini kita lakukan,,,,semata-mata hanya karena di perintah oleh Allah swt,,,kita berdagang karena memang Allah memerintahkan hambanya untuk berusaha dan berupaya menjemput jatah rizkinya dan tujuan dari semua usaha dan upaya ini adalah semata-mata hanya ingin mencari keridlhoan dari Allah swt…

Ridlho akan ketentuan Taqdir dari Allah swt…

Setiap kejadian yang menimpa diri baik disengaja maupun tidak,,,hasil dari upaya dan usaha ataupun bukan,,,,semua itu adalah ketentuan dan kehendak Allah swt…ridlho ataupun tidak ridlho, mau ataupun tidak mau toh akan terjadi juga,,,,karena semua yang terjadi Allahlah yang menentukan,,,,tentunya setelah upaya maksimal ikhtiar setiap mahluknya….

Allah swt Berfirman,,Q.S. Fathir ayat 2.

مَا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍِ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيْزُالْحَكِيْمُ...
2. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah Maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

=Apabila Manusia sudah bisa bertaqarub kepada Allah swt,,,dengan cara melakukan tiga hal diatas,,,,Maka Allah swt akan mendekati hambanya dengan tiga hal pula…….

1. Dengan Ijabah Do’a (Allah akan mengabulkan setiap permohonanya) Allah berfirman Dalam Al-Qur’an S.Al-baqoroh Ayat 186…..

وَإِذَاسَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّي فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ أِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى وَلْيُوْمِنُوْابِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ,,,,
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

2. Dengan Ma’unah/Pertolongan Allah swt…..
Allah swt Berfirman dalam Al-Qur’an Suroh An-Nahal ayat 97…

مَنْ عَمِلَ صَلِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْشَى وَهُوَمُؤْمِنْ فَلَنُحْيِيَّنَهُ حَيَوةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوْايَعْمَلُوْنَ...
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

3. Dengan Kaffarah (Allah akan mengampuni dosa Hambanya)

Allah swt, Berfirman dalam Q.S Al-Ankabut ayat 7…

وَالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَعَمِلُوااْلصَّلِحَتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَا تِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِى كَانُوْايَعْمَلُوْنَ...
7. Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

4. ِAllah swt,,,Akan menganugrahkan kema’rifatan kepada hambanya…….Amien……..