5/13/2008

Taqorub Kepada Allah swt


Taqorub Kepada Allah swt

Taqorrub kepada Allah………………

Dalam salah satu Hadist Qudsi,,,,Allah swt berpirman……
مَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ ِالَيْهِ ذِرَاعًا... وَمَنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ اِلَيْهِ بَاعًا....
Artinya:
Barang siapa yang datang kepada Allah (mendekatkan diri kepada Allah) satu jengkal,,,Kami akan datang kepadanya (Allah akan mendekatinya) satu siku,,,dan barang siapa yang mendatangi Allah (mendekatkan diri kepada Allah) satu siku,,,,,maka Kami akan mendekatinya satu depa…………..

Lafadz taqorub yang pertama merupakan “jumlah” yang keduapun adalah “Jumlah”,,,,,,Menurut ilmu Nahwu jumlah adalah termasuk dari Nakiroh…..Menurut ilmu “balaghoh” apabila ada lafadz Nakiroh di tikror,,,maka yang pertama bukanlah yang kedua….

وَمَامِنْ الْقَوَاعِدِ الْمُقَرَّرَهْ...اِذَاَاَتَتْ نَكِرَةٌمُكَرَّرَهْ
تَغَايَرَا وَاِنْ يُّعَرَفْ شَانِيْ...تَوَافَقَا كَذَاالْمُعَرَّفَانِ
Ini menunjukan bahwa taqorubnya mahluk,,,beda dengan taqorubnya Allah.swt.

=Adapun cara dan upaya Manusia bertaqorub/mendekatkan diri kepada Allah paling tidak ada tiga cara:…………

1. Tafakkur………..
2. Melakukan amal sholeh…….”maksimal beribadah kepada Allah,,,Maksimal berikhtiar,,,,maksimal dalam menyusun setrategi dalam hidup…..
3. Ridho akan ketentuan (taqdir) dari Allah swt.

Tfakkur

Yang dimaksud tafakkur disini, yaitu berfikir, merenung atau memperbanyak mengingat kematian asal kejadian,,,,dari mana ia datang, dimana sekarang berada dan kemana ia akan pulang, bekal apa yang akan di bawa nanti untuk berpulang kepada Allah,,,siapkah ia mempertanggung jawabkan setip amal perbuatan dihadapan sang pencipta Allah swt….

Amal Sholeh

Amal sholeh adalah melakukan setiap pekerjaan baik pekerjaan yang sipatnya vertical (mahdloh) Langsung kepada Allah,,,ataupun pekerjaan yang sipatnya Horizontal (ghoer Mahdloh) berbuat baik kepada sesama, beramal sholeh dengan memperbanyak amal yang bermanfaat untuk hamba yang lainya…dengan disertai tiga hal:…..

1. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat tulus untuk beribadah kepada Allah swt………..
2. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya karena di perintah oleh Allah swt…
3. Melakukan setiap amal dengan dilandasi niat bahwa semua ini dilakukan semata-mata hanya untuk mencari keridlhoan dari Allah swt…
Apabila terkumpul tiga sarat diatas,,,maka insya Allah akan menjadi amal sholeh,,,,dan sebaliknya apabila tidak terkumpul tiga hal dalam setiap amal,,,,maka amal perbuatanya termasuk amal yang sia-sia…..(tidak ada nilainya di hadapan Allah swt)
Kenapa demikian?,,,,karena walaupun melakukan perintah Allah,,,,seperti halnya Sholat,,apabila niat melakukan sholat bukan karena Alloh, dilakukan tidak merasa bahwa ini adalah perintah Allah, dan dilakukan sholat bukan karena ingin mencari Rdlho Allah, maka Sholatnya tidak akan menjadi amal sholeh,,,bahakan justru sholatnya akan sia-sia karena tidak mencapai maqom “Maqbul”

Atau orang yang salah menempatkan antara Ma dlumin (urusan Allah) “perkara yang telah dijamin oleh Allah swt,”seperti halnya pahala hasil dari amal,,,atau Rizqi hasil dari usaha dan upaya….

Dan “Ma Thulib” (tugas diri/kewajiban Manusia) seperti halnya orang dagang karena ingin keuntungan, orang bekerja karena menginginkan upah, orang bertani karena menginginkan hasil pertanian….karena:,,,keuntungan, jumlah upah dan hasil dari pertanian,,,,itu semuanya adalah urusan Allah,,,,sekali lagi,, masalah hasil adalah urusan Allah,,,,urusan kita adalah hanyalah berusaha dan berupaya masalah hasilnya sepenuhnya di kembalikan kepada Allah swt…

Bukan berarti orang yang dagang jangan berharap keuntungan, yang bekerja jangan berharap upah, yang bertani jangan berharap hasil pertanian,,,,karena dilakukan semua itupun tentunya karena ingin mendapatkan sesuatu….yang berdagang tentunya ingin keuntungan,,,yang bekerja tentunya ingin mendapatkan upah,,,yang bertanipun tentunya ingin mendapatkan hasil pertanian….
Tetapi semua itu jangan mengalahkan niat kita,,,bahwa semua ini kita lakukan,,,,semata-mata hanya karena di perintah oleh Allah swt,,,kita berdagang karena memang Allah memerintahkan hambanya untuk berusaha dan berupaya menjemput jatah rizkinya dan tujuan dari semua usaha dan upaya ini adalah semata-mata hanya ingin mencari keridlhoan dari Allah swt…

Ridlho akan ketentuan Taqdir dari Allah swt…

Setiap kejadian yang menimpa diri baik disengaja maupun tidak,,,hasil dari upaya dan usaha ataupun bukan,,,,semua itu adalah ketentuan dan kehendak Allah swt…ridlho ataupun tidak ridlho, mau ataupun tidak mau toh akan terjadi juga,,,,karena semua yang terjadi Allahlah yang menentukan,,,,tentunya setelah upaya maksimal ikhtiar setiap mahluknya….

Allah swt Berfirman,,Q.S. Fathir ayat 2.

مَا يَفْتَحِ اللهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍِ فَلا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيْزُالْحَكِيْمُ...
2. Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah Maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

=Apabila Manusia sudah bisa bertaqarub kepada Allah swt,,,dengan cara melakukan tiga hal diatas,,,,Maka Allah swt akan mendekati hambanya dengan tiga hal pula…….

1. Dengan Ijabah Do’a (Allah akan mengabulkan setiap permohonanya) Allah berfirman Dalam Al-Qur’an S.Al-baqoroh Ayat 186…..

وَإِذَاسَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّي فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ أِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى وَلْيُوْمِنُوْابِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ,,,,
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

2. Dengan Ma’unah/Pertolongan Allah swt…..
Allah swt Berfirman dalam Al-Qur’an Suroh An-Nahal ayat 97…

مَنْ عَمِلَ صَلِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْشَى وَهُوَمُؤْمِنْ فَلَنُحْيِيَّنَهُ حَيَوةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوْايَعْمَلُوْنَ...
97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

3. Dengan Kaffarah (Allah akan mengampuni dosa Hambanya)

Allah swt, Berfirman dalam Q.S Al-Ankabut ayat 7…

وَالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَعَمِلُوااْلصَّلِحَتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَا تِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ الَّذِى كَانُوْايَعْمَلُوْنَ...
7. Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka Balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

4. ِAllah swt,,,Akan menganugrahkan kema’rifatan kepada hambanya…….Amien……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar